Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 26 Oktober 2012

Laporan Praktikum Biologi Fermentasi Alkohol

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
FERMENTASI ALKOHOL

Judul Praktikum : Fermentasi Alkohol
Tujuan Praktikum : Mengamati aktifitas Ragi (Saccharomyces Cerevisae)
Tanggal Praktikum :17 Oktober 2012
Kelas XII IPA 4
Kelompok 8
Anggota :
Ammalia Nur Indasari
Andhika Nugraha
Bening Puspa Dewi
Nur Fatimah Azimah
Ramadila Tia Resty

SMAN 7 TANGERANG
TAHUN AJARAN 2012/2013

A. Bab I PENDAHULUAN

1. Landasan Teori
     Respirasi Anaerob adalah proses pembebasan energi tanpa adanya oksigen. Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi aerob terjadi di Sitoplasma, contoh respirasi anaerob adalah Fermentasi yaitu fermentasi alkohol, fermentasi asam laktat, dan fermentasi asam/cuka. Mikroorganisme pada ferementasi (Fermenter) adalah Saccharonnyces Cerevisae (Ragi). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses fermentasi untuk menghasilkan etanol adalah: gas karbondioksida, pH substrat, nutrien, temperatur, dan oksigen.
Fermentasi alkohol
     Mekanisme fermentasi alkohol, Proses fermentasi ini dimulai dengan glikosis yang menghasilkan asam piruvat. Reaksi ini tidak ada oksigen, sehingga asam piruvat diubah menjadi asam laktat, yang mengakibatkan elektron tidak meneruskan perjalanannya sehingga tidak lagi menerima eletron dari NADH dan FAD. Berarti NADH yang diperlukan dalam siklus Krebs juga tidak terbentuk, akibatnya siklus krebs terhenti. Tetapi NADH di luar mitokondria dapat dibentuk dari NADH melalui proses pembentukan asam laktat dari asam piruvat. Asam laktat adalah zat kimia yang merugikan karena bersifat racun.Pada fermentasi alkohol dihasilkan 2 ATP, 2NADH, 2 CO2dan 2 Alkohol/etanol.
     Fermentasi alkohol biasanya digunakan pada industri roti. Adanya CO2 pada fermentasi alkohol  berguna untuk mengembangkan adonan roti. Apabila roti di oven maka CO2 akan terdorong keatas maka berkembanglah roti dan timbul pori di roti.

2. Tujuan Praktikum
Mengamati aktifitas Ragi (Saccharomyces Cerevisae)

B. BAB II ALAT & BAHAN

1. Alat
Gelas Kimia 1000ml
Labu Erlenmeyer
Tabung Labu
Pipa J/L
Sumbat Gabus
Timbangan

2. Bahan
Glukosa 25 gram
Rati rogi 3 gram
Air suling
Air kapur
Platisin/Vaselin
Phenolftalein


C. BAB III CARA KERJA

1. Isi Erlenmeyer dengan larutan 25 gram glukosa dalam 1000ml air suling
2. Tambahkan 3 gram ragi roti, kocok hingga berbuih
3. Teteskan 5 tetes phenolftalein kedalam tabung labu, tambahkan air kapur sampai batas cabang labu (pastikan warna larutan sekarang menjadi merah jambu)
4. Susunlah perangkat alat
5. Amati perubahan yang terjadi pada kedua perangkat selama 20 menit


D. BAB IV PEMBAHASAN & HASIL PENGAMATAN

No Perangkat Percobaan Keadaan Pada Awal Percobaan Keadaan Setelah 20 menit
1 Erlenmeyer (A)                 Berwarna putih pucat                 Terdapat buih
2 Tabung Labu (B)             Berwarna merah muda (pink)         Terdapat gelombang
3 Suhu                                 27                                                    29
4 Bau/Aroma                 Berbau asam                                 Berbau tape yang cukup menyengat

Pembahasan :

1. Terjadi pemindahan CO2 dari Erlenmeyer ke tabung labu, menyebabkan adanya gelembung pada tabung lalu terjadi panas yang dihasilkan dari CO2 dan penggunaan ATP, dibuktikan dengan penambahan suhu.
2. Suhu awal yang terjadi adalah reaksi eksoterm karena menghasilkan panas yang merupakan gesekan antara pengaduk , wadah dan larutan dalam tabung tersebut .
3. Suhu akhir yang terjadi setelah suhu awal sebelum fermentasi , tabung erlemenyer tesebut ditutup dengan plastisin sehingga terjadi reaksi yang menghasilkan gelembung – gelembung selama 20menit . Suhu akhirnya 29C . Kenaikan suhu cukup signifikan yaitu sebesar 2 derajat celcius dikarenakan waktu reaksi yang cukup lama .


E. BAB V KESIMPULAN
Fermentasi adalah proses peragian atau proses penguraian makanan oleh mikroorganisme yang berlangsung dalam keadaan anaerob yang tidak memerlukan oksigen dari udara bebas (dibuktikan dalam praktikum, perangkat alat dilapisi oleh plastisin) . Selain itu fermentasi juga berarti pemecahan senyawa organik oleh mikroba yang berlangsung dalam suasana anaerob dengan menghasilkan energi.

F. BAB VII DAFTARPUSTAKA
www.google.co.id
Pratiwi, D.A. 2006. BIOLOGI untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga .

2 komentar:

  1. Thanks for sharing :)
    materinya sangat membantu..

    visit my page : http://erisoncs.student.ipb.ac.id

    BalasHapus